Sabtu, 19 Maret 2011

Pengembangan diri yang tepat

Ada dua sikap yang sangat ekstrim yang perlu kita hindari agar kita bisa mengembangkan diri dengan tepat. Yang pertama adalah sangat menggantungkan diri kepada bakat. Ciri orang seperti ini ialah saat harus keluar zona nyaman, dia akan mengatakan, “Saya tidak berbakat.” Sikap yang kedua ialah mencoba mempelajari semua hal dan berharap menjadi ahli pada segala hal. Lalu sikap seperti apa yang benar?

Konsep NLP mengatakan bahwa
tidak ada yang namanya bakat. Jika kita melakukan persis seperti yang dilakukan oleh orang lain, maka kita akan menghasilkan hasil yang persis sama. Yang dimaksud persis sama bukan hanya apa yang harus dilakukan tetapi juga bagaimana melakukannya. Oleh karena itu dalam konsep NLP dikenal dengan apa yang disebut model dan sub model. Yang perlu diketahui bahwa pemodelan ini bukan hanya pada aktifitas fisik, tetapi juga pada aktivitas pikiran dan emosi.

Terlepas konsep ini benar atau tidak, berbagai kasus sudah dibuktikan oleh para ahli NLP. Banyak contoh-contoh menakjubkan yang ditunjukan oleh ahli NLP seperti Anthony Robbins yang memperkuat pernyataan bahwa bakat itu tidak ada. Anda bisa mengasai keterampilan apa pun jika Anda tahu caranya secara persis. Meski ada juga hal-hal yang menunjukan bahwa ada suatu keterampilan atau kecerdasan bawaan, namun konsep ini bisa menjadi motivasi kita untuk mempelajari hal baru. Saat Anda tidak bisa mempelajari hal baru, kemudian gagal, jangan menyerah dulu, mungkin cara belajarnya saja yang salah.

Robbins yang bukan seorang militer tetapi bisa mengajarkan para penembak jitu di militer, caranya dengan mempelajari model dari penembak yang sudah mahir. Seorang siswa yang “bodoh” di sekolah menjadi sangat jenius setelah menemukan cara belajar yang dibimbing oleh Robbins. Hal ini harus menjadi mindset bagi kita bahwa kita sangat mungkin (jika tidak dikatakan pasti) untuk menguasai hal baru. Mulai saat ini, kita tidak perlu lagi mengatakan, “Saya tidak berbakat.”.

Namun hal ini bukan berarti kita bisa mempelajari dan menguasai semua hal. Bukan berarti kita tidak bisa menguasai hal baru karena kemampuan kita, tetapi kita tidak bisa menguasai semua hal karena sumber daya kita yang terbatas, terutama waktu. Waktu kita hanya 24 jam sehari, tidak ada yang punya lebih. Bisa mempelajari hal baru adalah motivasi bagi kita untuk menguasai satu hal baru, apa pun itu sesuai dengan minat dan keperluan kita.

Agar kita bisa menguasai secara penuh dan masuk ke jajalan 10% terbaik di dunia, kita perlu fokus menguasai satu hal. Anda perlu menjadi spesialis agar menang dalam persaingan. Kita tidak akan bisa menguasai segala hal (bukan karena kemampuan Anda) karena sumber daya kita terbatas. Jika sumber daya kita terbagi-bagi kepada berbagai hal, setiap bagian akan mendapatkan porsi kecil sehingga tidak akan optimal.

Namun fokus bukan alasan tidak mau beranjak dari status quo Anda saat ini. Fokus bukan alasan agar kita tetap berada di zona nyaman, tidak mau beranjak ke zona baru. Jika Anda ingin meningkatkan kualitas diri dan hasil yang dicapai, maka Anda perlu meningkatkan kemampuan Anda dan mempelajari satu hal baru lagi yang hanya akan menunjang keberhasilan Anda. Artinya Anda perlu keluar zona nyaman. Peluang baru memerlukan keahlian baru, keahlian baru akan menghasilkan peluang baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar